Minggu, 21 Oktober 2007

"" Keajaiban Hati ""

Pernahkah kita terfikir ada suatu keajaiban di dalam diri kita yang kita sendiri tidak mampu mengawalnya? Ia diberi keupayaan untuk merasa senang dan susah. Ia juga sangat sensitif terhadap apa yang berlaku, yang didengar, dilihat dan dirasa. Dari sanalah ia menentukan sikap kita sama ada positif atau negatif. Yang peliknya, ia boleh bertukar-tukar rasa. Adakalanya dia rasa senang bila dipuji, rasa menderita apabila dikeji. Tapi tiba-tiba rasa rendah diri dan hina diri bila ada kekurangan.

Rasa sombong dan angkuh apabila berkuasa dan memiliki ilmu lebih dari orang lain. Rasa marah bila dihina orang. Rasa tidak senang bila tengok orang lain dapat lebih. Berdendam pula bila ada orang menganiaya diri. Simpati dan belas kasihan bila melihat orang kesusahan. Rasa keluh kesah bila mendapat kesusahan dan ditimpa penyakit. Rasa terhutang budi dan berterima kasih kepada orang yang menolong kita.Rasa jijik pula bila berdepan dengan benda-benda kotor. Itulah dia hati atau roh.

Memang sungguh ajaib hakikat penciptaan hati ini. Kelajuan perjalanannya tidak terhitung lajunya dan ruang gerakannya tiada batas sempadan tempat. Bahkan bila jasad mati, hati terus hidup di alam Barzakh sehingga ke alam Akhirat. Hati atau rohlah yang akan menanggung azab dan nikmat yang dilakukan oleh jasad lahir semasa hidup di dunia.Yang ajaibnya, hati yang boleh beralih-alih rasa itu, ia sebenarnya boleh dirangsang oleh faktor-faktor luar.

Perasaan ini pula akan mempengaruhi sikap lahir manusia. Kalau rasa baik, baiklah tindakannya dan kalau rasa jahat, maka jahatlah tindakannya. Dengan kebolehan inilah hati seolah-olah raja yang bertakhta di dalam diri manusia. Dialah bakal menentukan baik buruknya manusia. Namun ia ada penasihat yaitu akal. Sementara anggota-anggota lahir sebagai rakyat jelata yang sentiasa menurut perintahnya.Seperti yang berlaku di dalam sesebuah kerajaan, pasti ada saja musuh yang suka melihat sesuatu kerajaan itu kocar-kacir. Begitu juga di dalam diri manusia, nafsu dan syaitan merupakan musuh utama roh manusia.

Begitulah rupanya struktur kerja yang berlaku di dalam diri manusia yang perlu difahami dan diberi perhatian.Karena baik jahatnya seseorang manusia sangat bergantung kepada pengurusan yang ada di dalam diri manusia itu. Siapa yang mengabaikan hati, artinya dia membiarkan dirinya berjalan di dalam keadaan yang gelap dan meraba-raba hingga menyebabkan banyak benda yang dilanggarnya.

Kalau di dunia pun nasibnya belum tentu selamat apalagi kalau di Akhirat nanti.Sebab itu ALLAH memerintahkan supaya kita mendidik hati kita supaya sentiasa berlaku taat kepada-Nya seperti mana maksud firman-Nya:

“Beruntunglah siapa yang membersihkan hatinya dan rugilah siapa yang mengotorinya.” (As Syams :9)

Bahwa sesuatu yang paling berharga, paling bernilai dan paling mulia pada diri manusia adalah hatinya. Sedang anggota tubuh hanya sekedar mengikuti dan menjadi pelayan hati, sebagaimana seorang tuan yang memerintahkan hamba seperti halnya sebagai pelayannya.

Tidak ada komentar: