Selasa, 04 Maret 2008
Akhirnyaaa......
Aku dilamaaaaaarrrr.... hehe...
It was the day when everything so different, so unbelievable....
Finally....
He proposed me on February 3rd 2008 @ my house with all of his entire families...
Hopefully, everything gonna be better till 'the day' ... amin. May Allah bless us and the whole families...
and ...
May Heaven listen for our hopes.
Kamis, 27 Desember 2007
L-O-V-E (Dec 27th, 2007)
Some people think ... that they are generous enough ...
to their beloved ...
But, others think that they don't need a fidelity ...
It's such a nonsense !!!
It's full of pretends !!!
How they could be think like that???
When today,,, is very rare to find ...
True love ... very universe ...
Which is ...
Always giving ... without asking ...
Remember ... no need to be reminded ...
Protecting ... no fear of been hurt ...
To safe (the one we love) ....
always stay in a good condition
Senin, 10 Desember 2007
My irreplaceable Daddy....

Never looked so sad....
Never looked so tired in his pain in his life ...
Never gave up to do the best, especially to us ...
He was such a strong man with a strong heart ...
His disease didn't make him so weak ...
Then Finally...
On October 28th, 2006 ...
The Almighty God, Allah SWT release him from the sufferings all this time ...
Our pray always accompanies him ....
May Allah gives you the best place there, Daddy...
Amin.
_Your beloved family_
Jumat, 23 November 2007
Power of hopes
Walking through the path which is given ,,,,
Without grumble,,,,, without anger,,,,,
Do the best,,,, fill it with a million efforts,,,,
Just do it,,,, kinds of duties,,,,, in front of you,,,,
Breaking every single trouble,,,,
That become a huge wall,,,,
Keep remember.....
God Never Sleep
God Doesn't Deaf
God Determine everything .....
So, this world become running well...
May Allah always saves us,,,, amin ya robbal alamiiinnn....
Sabtu, 27 Oktober 2007
Minggu, 21 Oktober 2007
"Janji" (A touching Story from India)
Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran,
"berapa lama lagi kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan
Bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."
Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu-satunya,
namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir.
Di depannya Ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt
(nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar
dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat tidak suka makan curd rice ini.
Ibu Dan istriku masih kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice
Ada "cooling effect".
Aku mengambil mangkok Dan berkata,
"Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini?
Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah."
Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu
mereda dan Ia menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, "boleh ayah akan
aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku
habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu
sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan Ku?"
Aku menjawab, "Oh pasti sayang".Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?"
"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan
lembut sebagai tanda setuju.
Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan Sindu ]
yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit
khawatir Dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang Mahal yah,
karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab,"jangan khawatir, Sindu
tidak minta barang2 Mahal kok."
Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad
menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri Dan ibuku
yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati
penderitaannya dia mendekatiku dengan Mata penuh harap
Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku)tertuju kepadanya.
Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.Istriku spontan berkata,
"permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!"
Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita,dia terlalu banyak nonton
TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan Kita. Aku coba membujuk:
"Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak."
Tapi Sindu tetap dengan pilihannya,"tidak Ada'yah, tak Ada keinginan lain,
" kata Sindu.
Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk
mengerti perasaan kami."
Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku
menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi
permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri?
Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi
janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja
Harishchandra(raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi janjinya raja real
memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."
Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji Kita harus
ditepati." Secara serentak istri Dan ibuku berkata, "apakah aku sudah Gila?"
"Tidak," jawabku, "kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar
bagaimana menghargai dirinya sendiri."
"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."
Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus.
Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak
berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku
membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil sambil
berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala
anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata,
"anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang,
Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia." Wanita itu berhenti
berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya
"Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi
botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya.
Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji kepada anak saya
untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.
Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang
indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai
anak perempuan yang berhati mulia."
Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh.Malaikat kecilku tolong
ajarkanku tentang arti sebuah kasih.
"" Keajaiban Hati ""
Pernahkah kita terfikir ada suatu keajaiban di dalam diri kita yang kita sendiri tidak mampu mengawalnya? Ia diberi keupayaan untuk merasa senang dan susah. Ia juga sangat sensitif terhadap apa yang berlaku, yang didengar, dilihat dan dirasa. Dari sanalah ia menentukan sikap kita sama ada positif atau negatif. Yang peliknya, ia boleh bertukar-tukar rasa. Adakalanya dia rasa senang bila dipuji, rasa menderita apabila dikeji. Tapi tiba-tiba rasa rendah diri dan hina diri bila ada kekurangan.
Rasa sombong dan angkuh apabila berkuasa dan memiliki ilmu lebih dari orang lain. Rasa marah bila dihina orang. Rasa tidak senang bila tengok orang lain dapat lebih. Berdendam pula bila ada orang menganiaya diri. Simpati dan belas kasihan bila melihat orang kesusahan. Rasa keluh kesah bila mendapat kesusahan dan ditimpa penyakit. Rasa terhutang budi dan berterima kasih kepada orang yang menolong kita.Rasa jijik pula bila berdepan dengan benda-benda kotor. Itulah dia hati atau roh.
Memang sungguh ajaib hakikat penciptaan hati ini. Kelajuan perjalanannya tidak terhitung lajunya dan ruang gerakannya tiada batas sempadan tempat. Bahkan bila jasad mati, hati terus hidup di alam Barzakh sehingga ke alam Akhirat. Hati atau rohlah yang akan menanggung azab dan nikmat yang dilakukan oleh jasad lahir semasa hidup di dunia.Yang ajaibnya, hati yang boleh beralih-alih rasa itu, ia sebenarnya boleh dirangsang oleh faktor-faktor luar.
Perasaan ini pula akan mempengaruhi sikap lahir manusia. Kalau rasa baik, baiklah tindakannya dan kalau rasa jahat, maka jahatlah tindakannya. Dengan kebolehan inilah hati seolah-olah raja yang bertakhta di dalam diri manusia. Dialah bakal menentukan baik buruknya manusia. Namun ia ada penasihat yaitu akal. Sementara anggota-anggota lahir sebagai rakyat jelata yang sentiasa menurut perintahnya.Seperti yang berlaku di dalam sesebuah kerajaan, pasti ada saja musuh yang suka melihat sesuatu kerajaan itu kocar-kacir. Begitu juga di dalam diri manusia, nafsu dan syaitan merupakan musuh utama roh manusia.
Begitulah rupanya struktur kerja yang berlaku di dalam diri manusia yang perlu difahami dan diberi perhatian.Karena baik jahatnya seseorang manusia sangat bergantung kepada pengurusan yang ada di dalam diri manusia itu. Siapa yang mengabaikan hati, artinya dia membiarkan dirinya berjalan di dalam keadaan yang gelap dan meraba-raba hingga menyebabkan banyak benda yang dilanggarnya.
Kalau di dunia pun nasibnya belum tentu selamat apalagi kalau di Akhirat nanti.Sebab itu ALLAH memerintahkan supaya kita mendidik hati kita supaya sentiasa berlaku taat kepada-Nya seperti mana maksud firman-Nya:
“Beruntunglah siapa yang membersihkan hatinya dan rugilah siapa yang mengotorinya.” (As Syams :9)
Bahwa sesuatu yang paling berharga, paling bernilai dan paling mulia pada diri manusia adalah hatinya. Sedang anggota tubuh hanya sekedar mengikuti dan menjadi pelayan hati, sebagaimana seorang tuan yang memerintahkan hamba seperti halnya sebagai pelayannya.


